Thursday, 20 August 2015

Secangkir Kopi Susu dengan Kamu

Ada yang berbeda pada seduhan kopiku malam ini. Aroma dan cita rasanya sengaja agar tak kubiarkan seperti kemarin– hanya hitam dengan takaran gula setengah sendok seperti biasa. Kali ini kubiarkan kopiku bercumbu dengan susu dan takaran gula sesendok penuh. Terlalu manis, buatku, memang. Malahan, Kali ini… lidahku nyaris tak peka terhadap pahitnya kopiku, yang seperti biasanya. Berbeda. Manis.

Sudah kubilang, malam ini, ada yang berbeda dari kopiku. Maka, Tak kubiarkan aku meneguk habis cangkir kopiku….tanpa sisa. Bukan! Bukan karena aku tak suka. Melainkan karena aku tak ingin membiarkan malamku berlalu begitu cepat malam ini. Maka, tak kan kubiarkan habis kopiku tanpa sisa di malam (red. Yang berbeda) ini… seperti halnya nasib kopi-kopiku pada malam-malam biasanya.



Ah ya….
Aku tahu. terlalu sering mengonsumsi hitam dan pahitnya hanya akan membuat dadaku berdebar tak karuan. Maka, malam ini.. ku biarkan saja kopiku bercampur dengan susu sekaligus. Aku ingin menyudahi debar karna kopiku(red. yang seperti biasanya) untuk malam ini…

Sebab aku tahu…. Malam ini, aku masih ingin hidup tanpa debar dari kopi hitam dengan takaran gula setengah sendok itu.

Sebab aku tahu…. Malam ini, aku akan berdebar melebihi debarnya kopiku pada malam-malam seperti biasanya. :)
Salatiga, 20 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment