Thursday, 20 August 2015

Hambar

Rembulan kembali tersenyum.
Sementara itu, aku masih bersembunyi di balik simpul senyumnya.
Tak ada makna yang dapat terucap.
Hanya prasangka dan dugaan belaka.
Ada yang istimewa.
Namun tak ada yang istimewa.
Ada yang perlu di gugu untuk rasakan.
Namun tak ada yang perlu untuk di gugu apa lagi sampai di rasakan..
Serba semu, aku rasa. Hambar adalah rasanya.
Tak ada yang istimewa, rupanya....
Sedangkan di balik semburatnya, aku kehabisan kata-kata.
Yang pernah di indahkan hanyalah rayuan belaka, tak di nyana.
Sampai aku baru benar-benar paham.
Semua yang ku rasa hanya menghadirkan resah, dan mendatangkan gundah dengan pilu yang merekah.
Ini semua terlampau..... perih.
Salatiga, Agustus 2015

No comments:

Post a Comment