Waktu itu misterius. Semau-maunya.
Terkadang ia sangat berbaik hati kepada para pemainnya namun ia juga sangat jahat pada pemerannya.
Waktu itu membingungkan.
Kadang-kadang ia berjalan begitu lambat ketika para wayangnya terisak memilukan, pun dia berlari begitu cepat pada saat para wayangnya bersuka ria.
Seperti halnya waktu, rasa pun begitu menyebalkan. Dengan terserah ia melakukan apa saja yang ia kehendaki secara sepihak tanpa bermusyawarah dengan penyandangnya.
Seperti halnya waktu, rasa pun begitu menyebalkan. Dengan terserah ia melakukan apa saja yang ia kehendaki secara sepihak tanpa bermusyawarah dengan penyandangnya.
Rasa itu sangat labil.
Mudah sekali ia berubah. Layaknya waktu yang terus berubah setiap detiknya, bahkan rasa selalu tak mau kalah.bukankah ini tak adil?
---Sepenggal goresan pena tentang Aksara Yang Hilang
Salatiga, 2015
No comments:
Post a Comment